Hillary Clinton menjalani sidang 11 jam di depan sebuah komite Kongres, terkait serangan di konsulat AS di Benghazi, Libya, pada tahun 2012, yang menewaskan Dubes AS waktu itu.
Mantan Menteri Luar Negeri Clinton mengatakan dia mengambil tanggung jawab sepenuhnya dan menerapkan reformasi setelah serangan yang menewaskan empat orang Amerika itu.
Dia menepis tudingan bahwa dia tidak melakukan hal yang dibutuhkan untuk melindungi misi AS di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati sidang berlangsung begitu panjang, tak diperoleh informasi baru tentang kejadian itu.
Hillary Clinton tetap tampak mantap selama persidangan yang banyak ditunggu itu, yang diwarnai pedebatan sengit antara Partai Republik dengan para anggota dari Partai Demokrat.
Clinton mengatakan kehadirannya di sana adalah caranya menghormati mereka yang direnggut jiwanya dalam kejadian itu, dan dia meminta yang hadir untuk mengutamakan keamanan nasional di atas politik partisan.
(nwk/nwk)











































