Gedung Putih mengecam keras kunjungan Presiden Suriah Bashar al-Assad ke Moskow.
Seorang juru bicara AS mengecam Rusia karena menyambut Assad dengan "karpet merah".
Kunjungan pemimpin Suriah pada hari Selasa 20/10 itu dilakukan tiga minggu setelah Rusia memulai serangan udara di Suriah melawan kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS serta pasukan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, satu tim anggota parlemen Rusia akan bertemu dengan Presiden Assad dan ketua parlemen Suriah di Damaskus.
Saat berada di Moskow, Assad mengucapkan terima kasih atas intervensi militer Rusia dalam konflik di negaranya.
Ia mengatakan keterlibatan Rusia telah membantu menghentikan "terorisme" menjadi "lebih tersebar dan berbahaya" di Suriah.
Dari pihak Rusia, Presiden Putin mengatakan harapan Moskow adalah "resolusi jangka panjang dapat tercapai dengan dasar adanya proses politik dengan partisipasi dari semua kekuatan politik, etnis dan kelompok agama".
Wartawan BBC Steve Rosenberg di Moscow mengatakan bahwa dengan menerima kunjungan pemimpin Suriah itu, Presiden Putin mengirimkan pesan yang jelas ke Barat - bahwa Moskow merupakan pemain utama di Timur Tengah dan tidak akan ada jalan keluar bagi konflik Suriah tanpa keterlibatan Rusia.
(nwk/nwk)











































