
Ledakan Tianjin diduga disebabkan kelalaian sejumlah pejabat.
Pemerintah Cina menjadikan 11 pejabat Kota Tianjin dan pelabuhan sebagai tersangka atas dugaan kelalaian dalam peristiwa ledakan yang menewaskan 139 orang, pada 13 Agustus lalu.
Di antara para pejabat itu terdapat Kepala Komisi Transportasi Kota Tianjin, Wu Dai, serta Kepala Pelabuhan, Zheng Qingyue.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zheng Qingyue ialah direktur pelabuhan Tianjin.
Pihak berwenang mulai menyelidiki Yang pekan lalu dengan dugaan ia membiarkan perusahaan beroperasi tanpa adanya izin pengelolaan bahan kimia berbahaya.
Penahanan juga dilakukan terhadap 12 petinggi perusahaan Ruihai International Logistics yang menyimpan berton-ton zat kimia berbahaya di gudang penyimpanan yang terletak di kawasan pelabuhan.
Dua di antara 12 figur yang ditahan adalah Direktur Ruihai, Yu Xuewei, dan Wakil Direktur, Dong Shexuan.
Masalah ijin
Sebelumnya, menurut seorang petinggi perusahaan Ruihai Logistics, perusahaan itu memiliki ijin operasional menangani zat kimia berbahaya dalam kurun April hingga Oktober 2014.
Ijin tersebut baru dimutakhirkan pada Juni 2015. Artinya, terdapat jeda waktu delapan bulan ketika perusahaan tersebut beroperasi tanpa dokumen-dokumen yang benar.
Beberapa pejabat Cina mengonfirmasi bahwa ada zat kimia kalsium karbida, potasium nitrat, dan sodium nitrat di dalam gudang penyimpan milik perusahaan Ruihai Logistics.
Β
Berdasarkan laporan surat kabar Peoples Daily, gudang itu juga menyimpan sodium sianida dan amonium nitrat.
Sodium sianida yang berwujud bubuk kristal putih dapat berakibat fatal jika terhirup atau tertelan manusia karena langsung menganggu kemampuan tubuh dalam menggunakan oksigen.
Beberapa hari lalu bahan kimia beracun, sodium sianida, ditemukan di pasokan air minum setempat dan di beberapa lokasi hingga mencapai 28 kali lipat batas aman.











































