
Petugas memindahkan penghalang beton di Beirut sementara kabinet mengadakan rapat darurat menangani krisis sampah.
Tumpukan sampah berserakan tak terangkut dan dibiarkan membusuk di jalan-jalan di Beirut dan di mana-mana sejak tempat pembuangan sampah ditutup bulan lalu. Keadaan ini sudah menyebabkan protes yang meminta pemerintahan sekarang mundur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak enam orang menteri yang berasal dari faksi Hezbollah melenggang keluar dari ruang rapat sebelum keputusan diambil. Hezbollah kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyatakan mereka mendukung protes terhadap pemerintah.
Kantor berita Reuters mengabarkan, Hezbollah menyatakan mengutuk "korupsi yang memburuk dan menumpuk" yang tercermin dari pengelolaan sampah itu.
Laporan media dan pegiat di Lebanon menuduh bahwa pemberian kontrak kepada beberapa perusahaan sampah terjadi berdasarkan afiliasi politik dan menjadi cermin bagi tuduhan korupsi dan politisasi dari persoalan ini.
(imk/imk)










































