
Laki-laki berbaju merah dan putih ini sebelumnya diduga membantu tersangka utama bom Bangkok.
Dua orang laki-laki yang sempat diduga terlibat peledakan bom di Bangkok telah dilepaskan oleh polisi, menurut sumber kepolisian.
Keduanya terlihat di kamera keamanan berdiri di dekat terduga utama sesaat sebelum ledakan keras di kuil Erawan hari Senin (17/08).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada BBC, polisi menyatakan yakin tersangka utama masih di Thailand.
Serangan di kuil ini membunuh 20 orang dan mencederai puluhan lain.
Pecahan bom

Kuil Erawan sudah dibuka lagi sesudah ledakan hari Senin (17/08).
Β
Polisi mengatakan setidaknya 10 orang diduga terlibat dalam peledakan, dan tersangka utama adalah orang asing.
Sebelumnya hari Kamis (20/08), juru bicara junta militer Kolonel Winthai Suvaree mengatakan kesimpulan sementara " kecil kemungkinan" serangan ini merupakan perbuatan kelompok teroris internasional.
Namun belakangan ia mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa jaringan teroris global tidak diabaikan sama sekali, "Kami masih harus menyelidiki rincian peristiwa itu," katanya.

Sketsa terduga pelaku utama bom Bangkok yang diedarkan oleh polisi, nama dan kebangsaan masih belum dipastikan.
Koresponden BBC di Bangkok, Jonathan Head mengatakan polisi juga menanyai pengemudi tuk tuk yang mengantar tersangka utama ke kuil, tapi mereka masih lambat dalam memastikan nama dan kebangsaan terduga pelaku utama yang berbaju kuning itu.
Ia menambahkan sekalipun kuil itu sudah dibersihkan, tim BBC masih bisa menemukan pecahan bom tertancap di dinding sekitar, memperlihatkan tim forensik belum mengumpulkan seluruh bukti dari daerah itu.
Hingga kini belum ada yang menyatakan bertanggungjawab terhadap serangan ini.
Kepala kepolisian nasional Somyot Pumpanmuang mengatakan ia percaya serangan itu direncanakan setidaknya sebulan sebelumnya.
Sebanyak 12 dari 20 korban adalah orang asing, termasuk warga negara Cina, Hong Kong, Inggris, Indonesia, Malaysia dan Singapura.











































