Tim gabungan di Belanda pada Selasa (11/08) menyatakan bagian itu kemungkinan berasal dari rudal darat ke udara bernama 'Buk' yang menjadi "perhatian khusus" dan mungkin bisa membantu menentukan siapa yang terlibat dalam penembakan pesawat Malaysia Airlines itu.
Namun mereka menyatakan belum membuktikan "hubungan sebab akibat" antara potongan itu dengan jatuhnya pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ukraina dan banyak negara Barat menuduh pemberontak pro-Rusia menembak jatuh pesawat dan menyatakan bahwa mereka menggunakan rudal Buk yang dipasok dari Rusia.
Rusia dan kelompok pemberontak menolak bertanggung jawab dan menyatakan militer Ukraina yang bersalah atas peristiwa tersebut.
Tim penyelidik gabungan terdiri dari perwakilan dari Belanda, Ukraina, Malaysia, Australia, Inggris, Amerika Serikat dan Rusia.
Mereka bertemu di Den Haag untuk mendiskusikan rancangan laporan penyebab jatuhnya peswat.
Laporan akhir diharapkan akan terbit bulan Desember tahun ini.
(dhn/dhn)










































