PM Abbott: "Misteri besar" semakin terungkap

PM Abbott: "Misteri besar" semakin terungkap

BBC World - detikNews
Kamis, 06 Agu 2015 01:05 WIB
Jakarta -

Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan bahwa "misteri besar" pesawat MH370 semakin dekat pada pemecahan setelah Malaysia mengumumkan bahwa serpihan yang ditemukan di Pulau Reunion adalah bagian dari pesawat yang hilang.

Kepada wartawan, Abbott mengatakan bahwa temuan ini "mengindikasikan bahwa pesawat jatuh di tempat yang kurang lebih kami perkirakan".

"Ini mengindikasikan bahwa untuk pertama kalinya kami mungkin sedikit lebih dekat pada pemecahan misteri besar ini," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, menurutnya, pencarian badan pesawat yang dilakukan oleh Australia akan berlanjut karena "kami bertanggung jawab pada ratusan juta orang yang menggunakan ruang udara kami".

Biro Keselamatan Transportasi Australia (Australian Transport Safety Bureau) sudah berkoordinasi untuk melakukan perburuan laut dalam di Samudera Hindia, dipercaya sebagai tempat jatuhnya pesawat, ribuan kilometer dari Pulau Reunion.

Menurut ATSB kemungkinan serpihan dari pesawat bisa berpindah jauh dari lokasi kecelakaan.

"Hasil temuan flaperon konsisten dengan pencarian kami dan ini adalah hasil yang positif. Kami akan melanjutkan pencarian di kawasan ini dengan harapan bisa menemukan pesawat yang hilang," katanya dalam sebuah pernyataan.

Wakil PM Australia, Warren Truss, mengatakan bahwa tim penyelidikan akan "melanjutkan untuk melakukan finalisasi atas laporannya akan serpihan tersebut dan kami akan menunggu detil lebih lanjut dari mereka".

PM Malaysia Najib Razak mengatakan bahwa para pakar tengah memeriksa serpihan tersebut di Prancis dan "memberi konfirmasi yang menyimpulkan" bahwa itu berasal dari pesawat.

Keluarga penumpang MH370 berkumpul di Beijing menuntut jawaban

Meski begitu penyelidik tak melanjutkan hubungan tersebut dan hanya menyatakan bahwa serpihan sangat mungkin adalah MH370.

Pesawat Malaysia Airlines berangkat dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014 saat hilang dari radar. Ada 239 penumpang dalam pesawat.

Serpihan yang ditemukan di Pulau Reunion milik Prancis di Samudera Hindia seminggu lalu - bagian sayap yang dikenal sebagai flaperon - adalah jejak pertama yang muncul.

Bagian dari sayap tersebut kemudian diterbangkan ke laboratorium militer di Toulouse, Prancis, tempat para pakar melakukan tes hari kedua pada Kamis.

Jaksa di Prancis, Serge Mackowiak, mengatakan bahwa ada "indikasi sangat kuat" bahwa flaperon tersebut berasal dari MH370 dan konfirmasi lebih pasti akan muncul setelah tes lanjutan.

Sebagian besar kerabat mereka secara konsisten mempertanyakan versi resmi pemerintah akan jatuhnya pesawat.

Beberapa anggota keluarga mengekspresikan rasa frustrasi mereka akan ketidakpastian.

"Ini membuat frustrasi," kata Sara Weeks, yang saudara laki-lakinya ada di pesawat tersebut, pada Fairfax Media dari Selandia Baru. "Kenapa tidak menunggu supaya semuanya mendapat informasi yang sama sehingga keluarga tak harus melalui semua ini?"

Sebagian besar penumpang adalah warga negara Cina - sebagian besar kerabat mereka secara konsisten mempertanyakan versi resmi pemerintah akan jatuhnya pesawat.

Beberapa dari mereka berkumpul pada hari Kamis di Beijing untuk menuntut jawaban lanjutan.

"Saya tidak percaya informasi terbaru ini tentang pesawat, mereka bohong pada kami sejak awal," kata Zhang Yongli, yang anak perempuannya ada dalam pesawat itu, kepada AFP.

"Saya tahu anak perempuan saya ada di luar sana, tapi mereka tak mau memberi tahu yang sebenarnya."

(ahy/ahy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads