
Keberadaan ribuan migran di Calais, Prancis, mengganggu arus penyeberangan dari dan ke Inggris.
Eurotunnel, pengelola terowongan penyeberangan antara Prancis dan Inggris mengatakan sekitar 2.000 migran berusaha menerobos terminal Channel Tunnel dalam upaya menuju Inggris.
Seorang juru bicara Eurotunnel mengatakan para migran, antara lain dari Afrika, memaksa masuk ke terminal "antara tengah malam (Senin, 27/07) hingga 06.00 pagi".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh personel keamanan kami yang berjumlah hampir 200 orang ditambah anggota kepolisian diterjunkan."
Layanan penyeberangan dari Prancis melalui Calais dan Inggris terganggu akibat peristiwa itu. Para penumpang di terminal Inggris mengalami penundaan selama sekitar satu jam. Adapun penumpang di Prancis mengalami keterlambatan selama sekitar 30 menit, lapor kantor berita Prancis AFP.

Para migran memaksa menumpang lori di Calais dengan tujuan Inggris.
Β
Dalam pertemuan di London, Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May dan Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve berjanji akan bekerja lebih erat untuk mengatasi migran.
Diperkirakan sejak awal Juli terdapat 3.000 migran, terutama dari Etiopia, Eritrea, Sudan dan Afghanistan, yang berkemah di Calais dan berusaha menyeberang ke Inggris.











































