
Militer Kolombia sebelumnya tidak pernah menanggapi gencatan senjata sepihak oleh FARC.
Pemerintah Kolombia mengeluarkan pernyataan bersama dengan kelompok pemberontak sayap kiri, FARC, untuk meredakan konflik antara keduanya.
Berdasarkan kesepakatan itu, pasukan pemerintah akan menghentikan aksi militer melawan pemberontak mulai tanggal 20 Juli jika FARC -atau Tentara Revolusioner Bersenjata Kolombia- memenuhi janji untuk melakukan gencatan senjata sepihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini pemerintah berpendapat bahwa gencatan senjata bersama akan digunakan FARC untuk kembali menyusun kekuatan dan mempersenjatai diri.
Dan pernyataan gencatan senjata sepihak oleh FARC selama ini tidak pernah ditanggapi oleh militer Kolombia.

Perundingan antara pemerintah Kolombia dan FARC berlangsung di Havana sejak tahun 2012.
Β
Kesepakatan terbaru disampaikan oleh para perunding internasional di ibu kota Kuba, Havana, tempat perundingan berlangsung sejak tiga tahun lalu.
Dengan diredakannya konflik, kedua pihak juga sepakat untuk bekerja sama mempercepat upaya dalam mencapai kesepakatan gencatan bersama secara permanen.
Desember tahun lalu, FARC menyatakan gencatan senjata sepihak namun dilanggar pada bulan April dengan pembunuhan atas 11 tentara yang diikuti dengan seragan bom pasukan pemerintah atas posisi-posisi pemberontak.
FARC kemudian menghentikan gencatan senjata sepihak pada 22 Mei namun pekan lalu menyatakan kembali gencatan senjata sepihak mulai 20 Juli mendatang.
Perundingan di Havana berupaya untuk menghentikan konflik sejak tahun 1960-an antara pemerintah Kolombia dengan FARC, yang antara lain mendanai perjuangannya dengan penculikan dan penyeludupan narkotika.











































