Ratu Elizabeth II mungkin harus keluar dari Istana Buckingham selama berlangsung perbaikan senilai Pound 150 juta atau sekitar Rp314 miliar.
Kemungkinan itu sedang dipertimbangkan pihak rumah tangga kerajaan, yang mengatakan istana memerlukan sistem pipa air dan kabel yang baru, mengingat beberapa ruangan terakhir kali diperbaiki tahun 1952.
"Hal itu tergantung dari bagaimana jalannya perbaikan, apakah sebagian-sebagian atau seluruhnya," kata bendahara kerajaan, Sir Alan Reid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika perbaikan dilakukan sekaligus pada waktu bersamaan maka Ratu mungkin harus keluar untuk sementara.
Β

Pengambilan asbestos dari ruang bawah tanah Istana Buckingham selesai tahun lalu.
Β
Ratu yang kini berusia 89 tahun menghabiskan sepertiga waktunya dalam setahun di Istana Buckingham, yang merupakan kediaman resminya di London.
Sumber-sumber kerajaan mengatakan kepada para wartawan bahwa masih ada sejumlah asbestos juga harus diambil dari Istana Buckingham.
Tahun lalu pekerjaan mengambil asbestos -yang mengandung unsur berbahaya- sudah berlangsung di ruang bawah tanah istana.
Pengumuman perbaikan Istana Buckingham ini bersamaan dengan laporan Crown Estate -badan pemilik properti Kerajaan Inggris- yang mengembalikan keuntungan sebesar Pound 285 juta ke negara -yang ikut mendanai kebutuhan Kerajaan Inggris. Jumlah itu meningkat 6,7% dibanding tahun sebelumnya.
Sementara pendanaan pemerintah untuk Ratu Elizabeth II diperkirakan akan meningkat Pound 2 juta tahun depan, menjadi Pound 42,8 juta.











































