Pengiriman gambar telanjang eksplisit diri mereka sendiri di media sosial menjadi suatu "hal yang biasa" di antara remaja.
Hal ini membuat mereka peka terhadap eksploitasi atau pemerasan, tambahnya.
Sebuah kampanye dilakukan untuk memberikan nasihat kepada anak-anak dan orang tua mereka jika anak mereka terlibat sexting.
Pusat NCA bagi penanggulangan pelecehan, Ceop Command, mengatakan mereka menerima rata-rata satu buah laporan per hari masalah perlindungan anak terkait SMS seks.
Dalam beberapa kasus anak muda menjadi sasaran orang asing yang berusaha memeras karena foto yang mereka ambil.
Kasus lain melibatkan pesan pribadi antara teman yang diteruskan ke pihak lain atau pengguna menaruh foto diri mereka di situs internet atau media sosial dengan pengaturan privasi rendah.
Zoe Hilton dari Ceop Command mengatakan," Sesuatu yang pada mulanya normal dan polos bagi anak muda, malangnya menjadi sesuatu yang cukup mengerikan sehingga diperlukan campur tangan untuk melindungi anak."
(nwk/nwk)











































