
Kelompok ELN dibentuk pada 1964 untuk memerangi ketidaksetaraan harta dan tanah di Kolombia. Mereka sekarang diperkirakan memiliki sekitar 2.000 anggota aktif.
Militer Kolombia mengklaim telah membunuh komandan Pasukan Pembebasan Nasional (ELN), yang merupakan kelompok gerilyawan terbesar kedua negara tersebut.
Jose Amin Hernandez Manrique, yang dikenal dengan julukan Marquitos, tewas dibunuh di Provinsi Antioquia, kata pihak militer Kolombia.
Marquitos disebut memimpin 13 unit ELN di Provinsi Antioquia dan Bolivar, wilayah yang dikenal sebagai kawasan perdagangan narkoba, persenjataan serta pertambangan ilegal.
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos, menulis di Twitter: "Alias Marquitos, komandan front Dario Martinez dan anggota pimpinan ELN, telah dibunuh. Selamat untuk angkatan bersenjata."
Pihak berwenang percaya bahwa Marquitos bertanggung jawab atas pembajakan sebuah pesawat yang mengangkut 46 penumpang pada 1999.

Jose Amin Hernandez Manrique, yang dikenal sebagai Marquitos, memimpin 13 unit ELN di provinsi Antioquia dan Bolivar, menurut militer Kolombia.
Β
Kelompok ELN dibentuk pada 1964 untuk memerangi ketidaksetaraan harta dan tanah di Kolombia. Mereka sekarang diperkirakan memiliki sekitar 2.000 anggota aktif.
Kelompok ELN telah melakukan dialog namun belum mengadakan perundingan perdamaian dengan pemerintah, tidak seperti kelompok pemberontak sayap kiri terbesar di negara itu, Pasukan Revolusioner Bersenjata Kolombia (FARC).
Pada April, panglima tertinggi ELN, Nicolas Rodriguez Bautista, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa kesepakatan untuk memulai perundingan perdamaian secara formal memasuki tahap 80%.
Belum jelas apakah kematian Marquitos akan berdampak pada pembicaraan awal antara ELN dan pemerintah, kata koresponden BBC di Kolombia, Natalio Cosoy.
Kelompok FARC telah mengajak ELN dalam beberapa kesempatan untuk bergabung dengan perundingan perdamaian mereka di ibu kota Kuba, Havana.











































