Motif Serangan di Markas Polisi Dallas Diduga Masalah Pribadi

Motif Serangan di Markas Polisi Dallas Diduga Masalah Pribadi

BBC World - detikNews
Minggu, 14 Jun 2015 16:17 WIB
Jakarta -

Kejar-kejaran antara polisi dan tersangka berakhir di sebuah tempat parkir

Lembaga-lembaga berwenang AS masih sedang menyelidiki serangan tembakan dan bom terhadap markas besar kepolisian Dallas.

Seorang pria meletakkan bom di luar markas polisi dan menembaki gedung pada Sabtu dini hari, lalu pergi meninggalkan lokasi dengan sebuah van.

Polisi memburunya, dan terlibat kejar-kejaran, hingga tersangka tersudut di parkiran mobil. Ketegangan berakhir setelah polisi menembak dan menewaskan tersangka, dan meledakkan bom di dalam sebuah kendaraan.

Polisi mengatakan, peristiwa itu tampaknya didorong oleh motif pribadi.

Pihak berwenang mengatakan masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengkonfirmasi identitas tersangka.

FBI dikerahkan membantu penyelidikan, dan polisi Dallas mengatakan mereka sedang menggali informasi lebih lanjut dari masyarakat.

Bom pipa

Selama serangan, pria bersenjata itu menelepon polisi dan menuduh mereka penyebab dia kehilangan hak asuh anaknya.

Kepala kepolisian Dallas David Brown mengatakan kepada wartawan bahwa tersangka mengaku bernama James Boulware, dan bahwa petugas telah menangani tiga kejadian kekerasan dalam rumah tangga di masa lalu yang melibatkan pria dengan nama itu.

Sebuah mobil polisi yang penuh lubang peluru

Namun Brown menambahkan bahwa tersangka bisa saja berbohong tentang identitasnya.

Serangan mulai terjadi pada Sabtu sekitar 00:30 waktu setempat (12:30 WIB).

Sesudah serangan itu, tersangka meloloskan diri dengan kendaraan yang ternyata sebuah kendaraan lapis baja, yang menyeruduk sebuah mobil polisi

Petugas juga menemukan setidaknya dua bom yang diletakkan di luar kantor polisi. Polisi berhasil meledakkan satu di antaranya, sementara satu lagi meledak ketika hendak dipindahkan dengan sebuah robot.

Upaya pengejaran oleh polisi berakhir di sebuah tempat parkir mobil di Hutchins, sekitar 14km dari pusat kota Dallas.

Robot berkamera

Penembak jitu polisi akhirnya menembak melalui kaca depan mobil van tersangka, namun kematian tersangka baru dikukuhkan polisi beebrapa jam sesudahnya.

Bekas serangan di kantor polisi Dallas

Polisi menggunakan robot yang dilengkapi dengan kamera untuk memastikan bahwa tersangka telah tewas, karena pria bersenjata itu sebelumnya mengatakan bahwa ia memiliki bahan peledak di dalam kendaraannya.

Polisi kemudian meledakkan dua bom pipa di dalam van, menyebabkan van itu terbakar.

Terdapat "banyak pecahan peluru ... dalam bom pipa yang meledak", termasuk sekrup dan paku, kata polisi.

Kepala polisi Dallas David Brown mengatakan penembak jitu memutuskan untuk menembak tersangka setelah "ia semakin naik pitam marah dan mengancam" selama negosiasi, dan tampak bisa membahayakan orang di sekitarnya.

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads