Hal ini mereka lakukan menyusul adanya penegasan bahwa Lubitz pernah berkonsultasi dengan beberapa dokter, dan ia sempat dinyatakan tidak fit untuk menerbangkan pesawat.
Dalam rentang waktu lima tahun, Andreas Lubitz telah bertemu dan berkonsultasi dengan sebanyak 41 orang dokter, mulai dari dokter umum hingga spesialis THT.
Lubitz mengeluhkan bahwa ia hanya tidur dua jam setiap malamnya, dan punya kekhawatiran kehilangan penglihatan.
Penyelidik Prancis Brice Robin menyatakan Lubitz menderita 'psikosis' dan mengaku bahwa penglihatannya hanya tinggal 30 persen saja.
Lubitz juga diketahui pernah mengaku menderita depresi.
Namun segala keluhan dan kondisi mental Lubitz itu tidak bisa disampaikan oleh para dokter itu kepada atasan Lubitz, karena adanya ikatan kerahasiaan pasien.
Kini Brice Robin menyampaikan bahwa pihaknya sedang berupaya melihat kemungkinan adanya pihak lain yang dapat dimintai pertanggungjawaban atas 'pembunuhan' terhadap para korban pesawat itu.
(nwk/nwk)











































