Ilmuwan Spanyol Selidiki Kematian Penyair Neruda

Ilmuwan Spanyol Selidiki Kematian Penyair Neruda

- detikNews
Jumat, 29 Mei 2015 12:06 WIB
Jakarta -

Neruda -seorang Komunis dan sahabat Presiden Salvador Allende -meninggal mendadak pada 1973 setelah kudeta militer yang mengantar Jenderal Augusto Pinochet ke kursi kekuasaan.

Ilmuwan Spanyol yang menyelidiki penyebab kematian penyair sayap kiri Cile, Pablo Neruda, mengatakan tidak ditemukan bukti meyakinkan bahwa kematian peraih Nobel sastra 1971 akibat diracun.

Neruda -seorang Komunis dan sahabat Presiden Salvador Allende -meninggal mendadak pada 1973 setelah kudeta militer yang kemudian mengantar Jenderal Augusto Pinochet ke kursi kekuasaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awal Januari 2015 lalu, Pemerintah Chile telah membuka kembali penyelidikan atas kematian Neruda, setelah hasil penyelidikan dua tahun sebelumnya menguatkan bahwa dia tewas bukan karena diracun.

Tuntutan penyelidikan ulang kematian Neruda diawali keputusan hakim pada 2011 setelah ada kesaksian baru tentang latar kematiannya.

Dua orang dekat Neruda, yaitu supir dan asisten pribadinya, menyebutkan penyair itu meninggal karena diracun oleh agen rezim militer yang berkuasa saat itu.

Namun hasil penyelidikan awal pada 2013 tidak menemukan bukti bahwa Neruda tewas akibat diracun.

Makam Neruda saat itu digali dan jenazahnya diambil untuk diteliti.

Tewas diracun? Penelitian tingkat dini pada 2013 lalu tidak menemukan indikasi bahwa penyair -yang antara lain terkenal dengan koleksi Twenty Love Poems dan Song of Despair -mati akibat racun.

Hasil ini diumumkan setelah penyelidikan yang dilakukan selama enam bulan oleh 15 orang pakar dari Cile dan negara lainnya.

Saat itu para peneliti mengatakan mereka telah menemukan bukti awal bahwa Neruda meninggal secara alamiah, termasuk akibat kanker prostat.

Tetapi awal Januari 2015 lalu, pemerintah Cile membuka lagi penyelidikan atas kematiannya.

Tim ilmuwan direncanakan akan melakukan tes DNA yang diharapkan dapat membantu mengungkap misteri kematian Neruda.

Neruda semasa hidupnya kerap mengeluarkan kritik keras terhadap aksi kudeta militer yang dipandangnya sebagai sebuah bentuk pengkhianatan terhadap negara.

(Nograhany Widhi Koesmawardhani/Nograhany Widhi Koesmawardhani)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads