Langkah ini diputuskan dalam pertemuan antar menteri pertahanan negara-negara anggota dengan pejabat Uni Eropa hari ini (18/05).
Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, menyatakan Inggris akan mengirimkan seorang staf khusus untuk membantu merancang misi memutuskan jaringan kriminal di belakang arus migrasi menuju Eropa melalui Libya.
Uni Eropa saat ini sedang menunggu resolusi Dewan Keamanan PBB -yang sedang dirancang oleh Inggris- untuk mendukung penggunaan kekuatan militer untuk menghalangi kapal para penyelundup setelah sekitar 1.800 pengungsi meninggal dunia ketika berusaha menyeberangi Afrika Utara menuju Eropa.

Sekitar 1.800 pengungsi meninggal dunia ketika berusaha menyeberangi Afrika Utara menuju Eropa.
Fallon menyatakan rencana -yang diharapkan bisa dijalankan bulan depan- masih dalam tahap sangat awal.
Namun, menurut Fallon, rencana tersebut merupakan kemajuan yang akan menangani masalah dari sumbernya untuk memotong rute penyelundupan dan menangkap kriminal yang terlibat.
"Angkatan Laut Inggris telah berada di lepas pantai Libia dalam upaya pencarian dan penyelamatan."
Kepala urusan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, menyatakan kesepakatan ini mencerminkan 'kemauan politik yang kuat dari anggota Uni Eropa untuk bekerjasama'.
Operasi diperkirakan akan dipusatkan di kota Roma di bawah komando Italia dengan pemusatan kordinasi intelejen mengenai penyelundupan manusia, pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang melintas serta penghancuran kapal yang dipakai untuk menyelundupkan manusia.
(Nograhany Widhi K/Nograhany Widhi K)











































