Mesir sudah mengeksekusi enam orang yang didakwa melakukan serangan terhadap tentara tahun lalu, lapor media pemerintah setempat.
Keenam orang yang digantung tersebut dituduh sebagai anggota kelompok militan Provinsi Sinai yang telah mengungkap kesetiaan terhadap kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.
Mereka terbukti bersalah atas pembunuhan dua tentara dalam penembakan pada bulan Maret 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Human Rights Watch dan Amnesty International mengatakan tiga di antara para terdakwa saat itu berada dalam tahanan dan tidak mungkin bisa melakukan serangan di Arab Sharkas, sebuah desa di Kairo utara.
Disiksa untuk mengaku
Amnesty menggambarkan persidangan para pria sebagai 'tidak adil' dan mengatakan mereka disiksa untuk mengakui perbuatan tersebut.
Kelompok Provinsi Sinai telah melakukan serangkaian serangan di Semenanjung Sinai Mesir sejak militer menggulingkan Presiden Mohammed Morsi pada 2013.
Kelompok ini terlibat dalam bom bunuh diri dan penembakan, pembunuhan, dan pemenggalan.
Mereka sebelumnya bernama Ansar Beit al-Maqdis (yang artinya Juara Yerusalem), namun mengumumkan perubahan nama pada November 2014 setelah mengungkap janji setia kepada ISIS.
Eksekusi keenam pria dieksekusi sehari setelah pengadilan menjatuhkan hukuman mati terhadap mantan Presiden Morsi dan lebih dari 100 orang lainnya karena dinyatakan bersalah atas pembobolan massal penjara pada tahun 2011.











































