
Nyawa anak-anak di Yaman terancam jika pasok makanan dan bahan bakar tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan gangguan terhadap pengumpulan dan distribusi makanan di Yaman, karena masih berlanjutnya pertempuran, mengancam puluhan ribu anak di negara tersebut.
Juru bicara badan anak PBB, UNICEF, memperingatkan pembatasan atas impor makanan dan bahan bakar bisa menyebabkan banyak orang meninggal dunia.
Yaman mengimpor 90% makanan sebelum konflik pecah, sementara pasok bahan bakar di dalam negeri sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, padahal bahan bakar ini sangat penting untuk mendistribusikan bantuan.
UNICEF meyakini 120.000 anak menghadapi risiko kurang gizi.
Pembagian bantuan kemanusiaan terganggu oleh inspeksi negara-negara koalisi pimpinan Arab Saudi yang ingin mencegah pengiriman senjata bagi kekuatan-kekuatan perlawanan di Yaman.
(bar/bar)











































