
Regu penyelamat memakamkan ulang mayat yang ditemukan di kamp di Thailand selatan ini.
Pihak berwenang Thailand menangkap tiga orang pejabat setempat dan seorang warna negara Myanmar menyusul penemuan 26 mayat di selatan negara itu.
Mayat-mayat itu ditemukan di lubang dangkal di sebuah kamp yang diabaikan di distrik Sadao, Provinsi Songkhla, Thailand selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi menyatakan kepada Reuters bahwa warga negara Myanmar bernama Soe Naing alias Anwar ini ditahan dengan tuduhan pembunuhan, perdagangan manusia dan kejahatan lintas negara.
Mereka juga menutup sebuah kamp di perbatasan Thailand-Malaysia yang menjadi tempat penampungan bagi migran yang diselundupkan, dan diculik untuk dimintai tebusan.
Sekitar 400 orang migran berada di kamp tersebut.
Tes forensik terhadap mayat-mayat yang ditemukan itu, kini sedang dilakukan.
Diharapkan hasil tes ini akan mengungkapkan penyebab kematian mereka, serta asal-usul mayat ini dari etnis minoritas Rohingya.
Informasi tentang para korban ini masih belum jelas, tetapi banyak orang dari etnik Rohingya memasuki Thailand untuk menghindari prosekusi di negara asal mereka, Myanmar.
Sebelumnya seorang anggota parlemen Malaysia Datuk Zahidi B. Zainul Abidin mengungkapkan penemuan mayat-mayat di daerah pemilihannya yang berbatasan dengan Songkhla.
(nwk/nwk)











































