Kawasan Dekat Pusat Gempa Nepal Rusak Parah

Kawasan Dekat Pusat Gempa Nepal Rusak Parah

- detikNews
Jumat, 01 Mei 2015 09:36 WIB
Kawasan Dekat Pusat Gempa Nepal Rusak Parah
Jakarta -


Palang Merah dan Sabit Merah memperkirakan terdapat sedikitnya 40.000 rumah hancur di kawasan dekat pusat gempa.


Kota-kota dan desa-desa dekat pusat gempa bumi di Nepal "hampir hancur total", menurut organisasi Palang Merah dan Sabit Merah yang mampu menjangkau kawasan itu.

Tim Palang Merah dan Sabit Merah mengatakan bahwa mereka menemukan korban-korban selamat dalam "keadaan yang parah".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Enam tim kajian dari Palang Merah melaporkan bahwa beberapa kota dan desa di daerah dekat dengan pusat gempa mengalami hampir kerusakan total," sebut pernyataan resmi Federasi Palang Merah dan Sabit Merah Internasional (IFRC).

Salah satu daerah yang terkena dampak buruk adalah wilayah Sindupalchowk, yang terletak sebelah timur laut dari Kathmandu. Di sana hingga 40.000 rumah diperkirakan hancur. Lembaga Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengestimasi bahwa setidaknya 1.400 korban tewas berasal dari wilayah tersebut.

"Salah satu kelompok kami yang kembali dari Chautara di wilayah Sindupalchowk mengatakan bahwa 90% rumah warga hancur," kata Jagan Chapagain, kepala divisi Asia Pasifik IFRC.

"Rumah sakit di sana juga runtuh dan warga menggunakan tangan mereka untuk mengais puing dengan harapan menemukan anggota keluarga yang masih hidup."

Menurutnya, berdasarkan kajian para tim, situasi itu sama dengan apa yang dialami daerah-daerah lain yang belum menerima bantuan.




Regu penyelamat yang bertolak dari Ibu Kota Kathmandu sulit mencapai daerah terpencil akibat longsor.


Β 

Daerah terpencil

Lebih dari 6.000 orang diketahui telah meninggal dalam gempa berskala 7,9 skala Richter itu. Namun nasib ribuan orang di daerah-daerah terpencil masih belum diketahui.

Tanah longsor dan cuaca yang buruk menghambat upaya para regu penyelamat yang bertolak dari Ibu Kota Kathmandu untuk mencapai daerah-daerah terpencil.

Bantuan darurat juga belum sampai ke beberapa daerah yang mengalami dampak buruk hingga saat ini, enam hari setelah terjadinya gempa bumi.

Wartawan BBC, Sanjoy Manjumder, yang berada di sana mengatakan bahwa kemarahan sedang meningkat di antara warga atas tindakan pemerintah terhadap bencana ini.


Β 



Seorang remaja berusia 15 tahun dievakuasi dari reruntuhan gedung.


Sementara itu pencarian untuk korban yang masih selamat tetap berlanjut.

Seorang remaja berusia 15 tahun bernama Pemba Lama dan seorang perempuan bernama Krishna berhasil diselamatkan dari reruntuhan dua gedung berbeda di Kathmandu.

Pemba mengatakan bahwa ia dapat bertahan selama lima hari di antara puing-puing dengan minum air dari pakaian yang basah dan makan minyak samin. Ia juga mengatakan dapat mendengar korban selamat lainnya dari gedung tersebut.

Krishna terperangkap di antara tiga korban tewas di sebuah gedung runtuh tidak jauh dari sana.

Kekurangan air dan bahan makanan di ibu kota Nepal mengakibatkan ribuan pegawai terpaksa balik ke desa-desa mereka.

Sedangkan kurangnya bis dan distribusi bantuan yang lambat menyebabkan perseteruan antara pendemo dan polisi.


(nrl/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads