
Para penyelidik bekerja di dekat tanda "dilarang masuk mungkin ada sisa-sisa korban pesawat MH17" di tempat jatuhnya MH17 di dekat desa Hrabove, Donetsk.
Kabel diplomatik yang dikirimkan dua hari sebelum kecelakaan mengatakan situasi di Ukraina sudah 'sangat membahayakan', kata media Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerbangan MH17 ditembak jatuh tiga hari kemudian dengan menewaskan 298 penumpang dan awak di dalam pesawat.
Pesawat Malaysia Airlines ditembak dalam perjalanan dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur dan 196 penumpangnya berkebangsaan Belanda.
Penyelidikan internasional yang dipimpin Belanda mengatakan salah satu skenario penyebab kecelakaan adalah bahwa pesawat ditembak oleh penembak rudal Buk buatan Rusia.
Para penyelidik telah meminta munculnya para saksi mata mengenai adanya penembak rudal di daerah yang dikuasai para pemberontak sebelum kecelakaan terjadi. Laporan penyelidikan direncanakan akan diterbitkan pada bulan Oktober.
Tidak dikomunikasikan

Puing-puing pesawat Malaysia Airlines MH17 ditemukan di kota Shaktarsk di Ukraina Timur yang dikuasai para pemberontak pro-Rusia.
Pesawat Boeing 777 Malaysia Airlines terbang dengan ketinggian 10.000m ketika ditembak jatuh.
Intelijen Jerman sudah berulang kali memperingatkan risikonya kepada keamanan penerbangan, tambah laporan tersebut.
Akan tetapi, sumber di Lufthansa mengatakan kepada media Jerman bahwa tidak ada komunike diberikan kepada maskapai penerbangan itu mengenai perubahan situasi.
Tiga pesawat Lufthansa terbang di atas wilayah itu pada hari terjadinya kecelakaan -termasuk satu yang terbang 20 menit sebelum MH17- dan, menurut laporan itu, karena kebetulan saja tidak ada yang tertembak.
"Kalau saja pemerintah memberi perusahaan kami peringatan tentang 'status baru' ini, pasti Lufthansa tidak akan terbang di atas Ukraina timur lagi, "kata sumber tersebut.
(bar/bar)











































