
Kapal Italia melakukan pencarian setelah tenggelamnya kapal yang membawa 500 hingga 700 pengungsi.
Ratusan pengungsi dikhawatirkan mati tenggelam setelah kapal yang membawa mereka terbalik di lepas pantai Libia tak jauh dari Pulau Lampedusa, Italia, yang sering dijadikan tujuan awal bagi para pengungsi asal Afrika dan Timur Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga Minggu (19/04) sore waktu Eropa, baru 28 orang yang bisa diselamatkan sementara 24 jenazah ditemukan.
Menanggapi insiden terbaru ini, Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, mengatakan situasinya tidak bisa diterima lagi.
"Kita sudah mengatakan terlalu banyak 'jangan terjadi lagi'. Kini saatnya Uni Eropa untuk mengatasi tragedi-tragedi ini tanpa menundanya."
Β
Mogherini juga akan meminta agar diambil tindakan mendesak dalam pertemuan Uni Eropa di Brussel, Senin 20 April.
Tahun lalu upaya pencarian dan penyelamatan pengungsi dikurangi sebagai bagian dari upaya untuk membuat para pengungsi tidak berupaya mencapai daratan Eropa dengan melewati perjalanan laut yang berbahaya.
Badan pengungsi PBB, UNHCR, mengatakan insiden terbaru ini merupakan yang terburuk jika dilihat dari korban jiwa yang jatuh.
Sepanjang tahun 2015 yang belum berjalan sampai empat bulan ini saja, diperkirakan 900 pengungsi tewas saat berupaya menyeberangi Laut Mediterania.
(nwk/nwk)











































