
Serangan bom bunuh diri ditargetkan pada pegawai negeri dan anggota militer yang sedang mengantri untuk memperoleh gaji.
Ledakan itu terjadi di luar sebuah bank ketika staf pemerintah dan personil militer menantikan gaji mereka, kata kepala polisi setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wartawan BBC di Kabul, Shahzeb Jillani mengatakan, serangan bom bunuh diri merupakan yang terbesar di Jalalabad dalam beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, sebagian korban tewas dan luka-luka adalah anak-anak.
Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, menyebut serangan bom bunuh diri ini sebagai "aksi teroris yang pengecut dan keji".
Bom kedua
Salah seorang saksi mata, Javed Khan, mengatakan: "Saya melihat banyak orang, mayat dan orang-orang yang terluka di tanah."Ambulans tiba sangat terlambat, dan banyak orang tewas akibat luka-luka mereka."
Polisi mengatakan, mereka menemukan bom lain di dekat lokasi kejadian dan berhasil diledakkan dalam kondisi terkontrol.

Aksi bom bunuh diri ini dianggap yang terbesar di Jalalabad dalam beberapa bulan terakhir.
Kota Jalalabad sejak tahun lalu telah menjadi target serangan oleh kelompok Taliban.
Pada 10 April, kelompok Taliban melakukan serangan terhadap konvoi NATO di dekat bandara Jalalabad yang menewaskan tiga warga sipil.
(nrl/nrl)











































