
Propaganda ISIS di Prancis 'sengaja' menjadikan kaum wanita sebagai sasaran.
Menurut para pengamat terorisme, jumlah wanita yang bergabung ke kelompok ekstrem tersebut lebih banyak dibandingkan laki-laki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Propaganda dengan sasaran warga Prancis banyak menampilkan wanita dan anak-anak yang menderita. Video dan foto-foto ini akan menggerakkan (hati) wanita," jelas Brisard.
"Mereka (ISIS) menggunakan nilai-nilai Barat untuk meyakinkan para wanita untuk bergabung dengan mereka (ISI)," tambahnya.
Lebih 130 wanita bergabung
Sejak April 2014 pemerintah membuka sambungan telepon khusus, yang memungkinkan warga melaporkan orang-orang yang sepertinya akan pergi ke Suriah atau Irak untuk bergabung dengan ISIS.Sejak itu pemerintah menerima tak kurang dari 3.670 laporan.
Data untuk Maret 2015 menunjukkan ada dari 261 orang yang dilaporkan diduga bergabung dengan ISIS, 135 di antaranya adalah wanita.
Laporan yang diterbitkan majelis tinggi Prancis menyebutkan 1.430 warga Prancis telah bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah.
(gah/gah)











































