Peringatan Tragedi Sewol, Presiden Korsel Janjikan Angkat Puing Kapal

Peringatan Tragedi Sewol, Presiden Korsel Janjikan Angkat Puing Kapal

- detikNews
Kamis, 16 Apr 2015 19:27 WIB
Peringatan Tragedi Sewol, Presiden Korsel Janjikan Angkat Puing Kapal
Jakarta -
Korea Selatan upacara kenang korban feri

Bencana kapal feri Sewol telah menyebabkan 304 orang - sebagian besar siswa remaja - meninggal atau hilang


Presiden Korea Selatan berjanji untuk menjadikan tenggelamnya kapal feri Sewol sebagai peringatan nasional, setahun setelah tragedi tersebut.

Pemerintah mengatakan pengangkatan kapal akan menelan biaya sebesar $110 juta atau RP 1,4 trilliun. Tetapi Presiden Park Guen-hye, yang berbicara di pelabuhan di Jindo, mengatakan dia akan "melakukan langkah yang penting untuk mengangkat kapal secapat mungkin".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peringatan bencana kapal feri Sewol, yang menewaskan 304 orang di dekat Pulau Jindo, dilakukan di 300 lokasi di seluruh Korsel.

Lebih dari 250 siswa sekolah termasuk di antara mereka yang tewas ketika kapal - yang kelebihan beban dan didesain ulang secara ilegal - tenggelam di pulau Jindo.

Bencana tersebut telah memicu kemarahan dan kesedihan nasional. Hal ini menyebabkan kritik keras atas standar keselamatan dan upaya penyelamatan.

Beberapa upacara peringatan diadakan di seluruh negeri. Menteri Dalam Negeri Jeong Jeong-Seop mengatakan hampir 300 organisasi swasta dan pemerintah setenpat memperingati acara tersebut.

Dua upacara peringatan direncanakan diadakan di kota Ansan, tempat asal para siswa yang tengah melakukan perjalanan sekolah.


Feri Sewol

Kapal feri itu miring dan tenggelam pada 16 April 2014, dan terbalik selama tiga jam


Β 
Keluarga penumpang feri Sewol berdoa

Pada hari Rabu kerabat sejumlah orang yang meninggal, memberi penghormatan di lokasi bencana


Β 
Pada hari Rabu, para kerabat sejumlah orang yang meninggal, berlayar ke lokasi tenggelamnya kapal untuk melakukan upacara tabur bunga.

"Saya sangat sedih, memikirkan, betapa dinginnya dia berada dalam air itu," kata kantor berita Reuters mengutip pernyataan Lee Jung-seob tentang putrinya, siswi sekolah Hye-kyung, yang turut menjadi korban.

"Hati saya sangat sakit, ketika memikirkan betapa ia merindukan ayah, ibu dan seluruh keluarganya, saat hidupnya berakhir.

Saat kapal - yang berlayar dari Incheon ke pulau Jeju - miring, kru kapal memerintahkan para penumpang untuk tinggal di kabin mereka dan menunggu.

Kemudian, sejumlah pesan telepon mengerikan dan rekaman video muncul menunjukkan para siswa yang semakin ketakutan saat mereka terjebak di dalam kapal tenggelam. Dari 476 orang yang berada dalam kapal, 304 meninggal dunia.


(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads