Dalam wawancara dnegan koran Jerman, Bild, ia mengungkapkan bahwa Andreas Lubitz mengatakan hal itu tahun lalu.
"Suatu hari nanti, saya akan melakukan sesuatu yang akan mengubah seluruh sistem, dan setiap orang akan mengenal nama saya dan mengenangnya," kata Lubitz waktu itu kepada pacarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan "sangat terguncang" tatkala mendengar kabar ditabrakkanmya pesawat itu, tulis Bild.
Perempuan itu hanya disebut sebagai Martha W --kelaziman di Jerman, bahwa untuk kasus tertentu, identitas orang dilindungi dengan hanya nama depannya secara jelas, dengan nama keluarga dituliskan inisialnya saja.

Lufthansa dan Germanwings mem.asang iklan duka sehalaman penuh di koran-koran Jerman
Sementara itu, koran Jerman lain, Die Welt melaporkan bahwa para penyelidik menemukan bukti tentang "penyakit psikomatik" yang serius dan bahwa Lubitz telah dirawat oleh sejumlah neurologis dan psikiater.
Obat-obatan yang digunakan untuk menangani penyakit kejiwaan ditemukan di rumahnya, namun tak ada tanda-tanda kecanduan narkotika atau alkohol, Die Welt mengutip seorang penyelidik yang tak disebut namanya.
Secara terpisah, harian New York Times, mengutip para pejabat, melaporkan bahwa Lubitz juga mendapat perawatan untuk gangguan mata.
(mad/mad)











































