Obama: Perubahan Hubungan AS-Iran dalam Jangkauan

Obama: Perubahan Hubungan AS-Iran dalam Jangkauan

- detikNews
Jumat, 20 Mar 2015 12:44 WIB
Obama: Perubahan Hubungan AS-Iran dalam Jangkauan
Jakarta -


Obama mengatakan AS dan Iran punya peluang untuk menyelesaikan perihal nuklir secara damai.


Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan kepada rakyat Iran bahwa kesepakatan untuk mengubah hubungan kedua negara berada dalam jangkauan.

"Kita memiliki kesempatan terbaik untuk mencapai masa depan yang berbeda antara negara kita," kata Obama dalam rekaman video yang dikirim bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Persia atau Nowruz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesempatan yang dimaksud Obama ialah perundingan antara Iran dan lima anggota permanen Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa plus Jerman mengenai aktivitas nuklir.

"Momen ini mungkin tidak akan datang lagi dalam waktu dekat. Saya percaya kedua bangsa kita punya peluang bersejarah untuk menyelesaikan hal ini secara damai, sebuah peluang yang tidak boleh kita lewatkan," kata Obama.

Menurut sejumlah pejabat negara-negara yang terlibat perundingan kepada kantor berita Associated Press, negosiasi bertujuan agar Iran memangkas 40% mesin-mesin yang dapat digunakan untuk membuat bom nuklir.

Konsekuensinya, rangkaian sanksi terhadap Iran akan dikurangi secara drastis dan embargo persenjataan yang diterapkan PBB akan dicabut sebagian.

Iran sejak awal berkeras bahwa fasilitas nuklir yang mereka punyai dipakai untuk tujuan sipil, termasuk pembangkit listrik. Namun, negara-negara Barat khawatir fasilitas itu bisa disalahgunakan.




Iran berkeras fasilitas nuklir semata-mata digunakan bagi kepentingan sipil, termasuk pembangkit listrik.


Β 

Perlawanan

Keinginan Obama untuk mencapai kesepakatan dengan Iran sejauh ini mendapat perlawanan dari sejumlah anggota parlemen AS.

Sebanyak 47 senator mengirim surat kepada pemerintah Iran dan mengingatkan bahwa perjanjian yang ditandatangani Obama tanpa persetujuan legislatif bisa saja dianulir presiden berikutnya.

"Presiden selanjutnya bisa mencabut kesepakatan eksekutif cukup dengan guratan pena. Kongres juga bisa memodifikasi rincian kesepakatan kapan saja," sebut surat itu.

Para senator tidak lupa mengingatkan bahwa mereka masih menjabat sampai setelah masa jabatan Presiden Obama berakhir.


(nwk/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads