
Seorang pria dirawat di rumah sakit di Sarmin karena dugaan terkena gas klorin.
Dua kelompok pegiat Suriah melaporkan enam orang tewas, termasuk tiga anak-anak, ketika helikopter menjatuhkan beberapa bom drum yang berisi gas beracun di kota Sarmin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bom drum itu, menurut para pegiat di Sarmin, dijatuhkan di dua lokasi. Yang pertama dengan sasaran kelompok pemberontak yang melukai 20 orang.

Warga Sarmin memeriksa salah satu lokasi serangan bom gas klorin.
Serangan lainnya mengenai sebah kawasan pemukiman.
Seorang pegiat di Sarmin dari Kelompok Peantau Hak Asasi Suriah -yang berpusat di Inggris- mengatakan satu keluarga terdiri dari seorang pria, ibunya, istrinya, dan ketiga anaknya tewas karena terkena gas klorin.

Gejalanya yang diderita korban termasuk gangguan berat di hidung dan mata.
"Gejalanya termasuk gangguan berat di hidung dan mata serta kesulitan bernafas. Kemungkinan besar gas klorin," kata seorang saksi mata kepada kantor berita Reuters.
Militer Suriah sudah membantah tuduhan itu dan menyebutnya sebagai upaya propaganda.
Bulan Januari, tim penyelidik internasional menyimpulkan gas klorin digunakan pemerintah dalam serangan udara atas tiga kampung.
Klorin merupakan gas kimia yang biasa namun penggunaannya sebagai senjata dilarang oleh Konvensi Senjata Kimia.
(gah/gah)











































