
Joe Biden (kanan) mengatakan "masyarakat harus memberikan pilihan afirmatif untuk kaum imigran"
Pertemuan yang diadakan selama tiga hari itu digelar menyusul terjadinya sejumlah insiden penembakan di Denmark, Prancis dan Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat harus memberikan pilihan afirmatif untuk komunitas imigran," katanya.
Biden mengatakan negara-negara di dunia harus memberikan "rasa memiliki yang mendiskreditkan upaya teroris untuk menimbulkan rasa ketakutan, isolasi, kebencian dan penolakan."
Gedung Putih yakin Eropa sangat rentan terhadap serangan teror karena para imigran kurang terintegrasi dengan baik dengan masyarakat.

Konferensi tingkat tinggi ini digelar menyusul terjadinya serangan teror di Kanada, Australia, Perancis dan Denmark
Namun sejumlah wartawan mengatakan Gedung Putih juga ingin menekankan bahwa ancaman terorisme dari dalam negeri harus diwaspadai, radikalisasi serta perekrutan orang-orang Amerika, khususnya anak-anak muda yang merasa tidak puas.

Sejumlah negara-negara Eropa meningkatkan status kewaspadaan menyusul serangan teror baru-baru ini
Pada hari Rabu, Presiden Barack Obama akan berpidato dalam konferensi di Gedung Putih sebelum berbicara pada pertemuan di Departemen Luar Negeri hari Kamis yang akan dihadiri oleh perwakilan dari sekitar 60 negara, diantaranya Yordania, Mesir, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Perancis. Menteri Dalam Negeri Theresa May hadir mewakili Inggris.
Selain membahas insiden teror yang terjadi di Kanada Oktober lalu, di Australia pada bulan Desember, di Perancis pada bulan Januari dan di Denmark bulan ini, konferensi ini juga akan membicarakan keprihatinan internasional atas munculnya Negara Islam (IS) di Timur Tengah.
(nwk/nwk)











































