Dalam wawancara dengan BBC, dia mengatakan dunia bersalah karena terlalu berharap bahwa yang disebutnya sebagai situasi akhir yang membahagiakan akan terwujud di Myanmar.
Suu Kyi mengakui bahwa dunia internasional tetap memiliki ketertarikan kepada Myanmar atau Burma.
"Namun mereka pikir mereka akan mendapatkan akhir yang membahagiakan hanya dengan menegaskan bahwa akhirnya membahagiakan, padahal bukan begitu cara mewujudkannya," tambahanya.
Bagaimanapun dia menyarankan agar tidak ditempuh pemberian sanksi seperti yang dilakukan ketika rezim militer memerintah negara itu hingga tahun 2013 lalu, namun dengan membantu untuk mendorong ditempuhnya dialog nasional.
Β
Menurutnya, demokrasi baru berjalan di Myanmar apabila konstitusi yang melarang dirinya menjadi presiden diubah.
Bulan lalu, Presiden Barack Obama, dalam kunjungannya ke Burma, mengatakan undang-undang yang melarang Suu Kyi menjadi presiden 'tidak masuk akal'.
Suu Kyi tidak bisa mencalonkan diri sebagai presiden karena suaminya, yang sudah meninggal, adalah warga negara asing.
(gah/gah)











































