Seorang mahasiswi memulai gerakan penggalangan dana untuk tunawisma setelah dibuat terharu oleh aksi seorang tunawisma di Kota Preston, Inggris.
Gerakan penggalangan dana yang diprakarsai mahasiswi bernama Dominique Harrison-Bentzen itu bermula ketika dia hendak pulang malam, pada 4 Desember lalu, dan menyadari bahwa uangnya habis dan kartu ATM-nya telah hilang.
Pada saat bersamaan, baterai telepon selulernya dalam kondisi kosong sehingga dia tidak tahu bagaimana cara pulang ke rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
âSaat itu, dia mengatakan, âIni semua yang saya punya. Pakailah supaya kamu bisa naik taksi dan pulang ke rumahâ. Saya tidak menerima uang itu, tapi yang jelas saya tercengang oleh kebaikannya,â kata Dominique kepada BBC.
Tidak dijelaskan bagaimana akhirnya Dominique bisa pulang, namun setelah pertemuannya dengan Robbie, dia memulai gerakan penggalangan dana di jejaring sosial Facebook.
Mahasiswi Universitas Central Lancashire itu meminta setiap orang menyumbangkan ÂŖ3. Dana yang terkumpul, menurut Dominique, akan digunakan untuk menyewa tempat tinggal bagi Robbie.
Awalnya, Dominique berharap bisa mengumpulkan ÂŖ500. Namun, kini dana yang tergalang sudah mencapai lebih dari ÂŖ20.000 atau Rp391,2 juta.
âSaya tidak pernah berniat mengumpulkan uang sebanyak ini, jadi sekarang saya menerima saran soal penggunaan uang hasil sumbangan. Namun, prioritasnya adalah menggunakan ÂŖ1.500 untuk menolong Robbie,â kata Dominique.
Selain menggalang sumbangan, Dominque mengajak sesama simpatisan di Facebook untuk menginap selama 24 jam di jalan Kota Preston guna merasakan kehidupan tunawisma.
âSulit memang, tapi saya tidak bisa mengeluh. Mata saya terbuka terhadap apa yang dihadapi para tunawisma setiap hari,â ujarnya di tengah suhu bulan Desember yang di bawah 5 derajat Celsius.
(bbc/nwk)











































