Pengungsi Somalia ke Indonesia Melalui Sindikat Penyelundup

Pengungsi Somalia ke Indonesia Melalui Sindikat Penyelundup

- detikNews
Rabu, 03 Des 2014 11:24 WIB
Pengungsi Somalia ke Indonesia Melalui Sindikat Penyelundup
Ribuan pencari suaka datang ke Indonesia setiap tahun dengan harapan bisa ke Australia
Jakarta - Sejumlah pencari suaka asal Somalia mengaku membayar ribuan dolar kepada sindikat untuk bisa mencapai Australia. Namun sebelum masuk Australia, mereka ditangkap aparat Indonesia saat berada di Medan, setibanya dari Malaysia.

"Seorang teman saya mengatakan ada orang yang bisa membantu ke Australia asal saya membayar mereka. Saya memberi mereka uang, dan kemudian saya terbang ke Ethiopia kemudian transit di Malaysia selama dua hari. Mereka kemudian membawa saya ke sini (Indonesia) dan mereka bilang ini Australia, tapi saya kemudian saya tahu bahwa ini adalah Indonesia," kata seorang pencari suaka bernama Ahmed.

Hal yang sama diutarakan oleh pengungsi lain bernama Fatima.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesudah sampai di Malaysia saya bertemu dengan mereka (sindikat) itu tapi saya tidak tahu apakah mereka orang Malaysia atau Indonesia karena paras kalian mirip dan dari Malaysia saya naik kapal ke Sumatera," ujarnya.

Keduanya mengatakan sindikat mengutip uang antara US$ 2.000 hingga US$4.000 per orang.

Ahmed dan Fatimah termasuk 29 orang Somalia yang ditangkap aparat pada pertengahan November.


'Sudah diendus'

Pihak Imigrasi Indonesia mengatakan sudah mengendus adanya praktik sindikat penyelundup manusia dari Somalia.

"Modusnya semua mengatakan demikian, melalui sindikasi mereka mengatakan dibawa ke sini, ada lima kasus yang yang sudah kita terima dengan Somalia sebagai pelaku penyelundupan manusia dan pihak kepolisian juga sudah banyak menangani kasus-kasus dengan Somalia sebagai pelaku," kata Mirza Iskandar, Direktur Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian RI.

Beberapa laporan menyebutkan jumlah pencari suaka di Indonesia ada sekitar 10.000 orang, sebagian besar ingin masuk ke Austalia.

Pemerintah Australia sendiri sudah menyatakan tidak lagi menerima permohonan pencari suaka dan pengungsi yang transit di Indonesia untuk penempatan ke negara ketiga, bagi yang mendaftar ke UNHCR Indonesia setelah 1 Juli 2014.

Kebijakan baru tersebut mulai berlaku pada 18 November lalu.

Ahmed dan Fatimah yang meninggalkan Somalia untuk menghindari perang saudara mengatakan tidak mengetahui adanya kebijakan imigrasi Australia ini.

Pemerintah Indonesia mengatakan tidak bisa berbuat banyak terkait kebijakan Australia.

"Indonesia itu hanya negara transit dan yang bisa kami lakukan adalah menampung para pengungsi dan membantu mereka mendaftar untuk diproses UNHCR, tapi itu bisa memakan waktu lama dan tidak pasti juga," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jendral Imigrasi Heryanto.



(bbc/slm)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads