Narapidana di Selandia Baru diberikan kesempatan menghilangkan tato selama mereka membayar harga diskon dengan uang mereka sendiri.
Langkah ini bertujuan menghentikan napi untuk melakukan kejahatan kembali.
Biaya penghilangan tato yang terlihat di muka, leher, dan lengan bawah adalah sebesar US$23 atau Rp280.000 per sesi, lapor koran New Zealand Herald.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lembaga ini menyatakan penghilangan tato akan membantu bekas napi mendapatkan pekerjaan setelah keluar penjara.
Diperlukan empat sampai enam sesi penghilangan tato, bergantung kepada bentuknya, kata petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP), Jeanette Burns, kepada koran tersebut.
Napi di Los Angeles, Amerika Serikat, juga mendapatkan tawaran yang sama, menghilangkan tato tubuh yang mengidentifikasi mereka sebagai anggota gang, lapor situs internet Huffington Post.
Tetapi napi di AS mendapatkan layanan itu secara gratis.
(bbc/nwk)











































