
Pengungsi suku Kurdi dari Suriah memasuki perbatasan Suriah dan Turki di Provinsi Sanliurfa, Turki.
Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu, mengatakan "terkejut dan terguncang" oleh kritikan yang dilancarkan negara Barat atas strategi negaranya terhadap kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam.
Dalam wawancara dengan BBC, Davutoglu mengatakan salah jika negara Barat mengharapkan Turki mengirimkan pasukan daratnya untuk memerangi kelompok jihadis di Kobani, Suriah utara, jika mereka sendiri tidak siap untuk melakukan hal yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turki kini mengizinkan sekitar 200 orang petempur suku Kurdi dari Irak untuk melintasi masuk ke perbatasan Turki dengan Suriah.
Selama ini Turki menolak mengizinkan pejuang Kurdi dari negaranya melintasi perbatasan ke wilayah Suriah.
Namun Turki mendapat tekanan dari warga Kurdi di wilayahnya dan meminta agar membiarkan pejuangnya melintas ke Kobani untuk membantu mengusir militan NI.
Izin yang akan diberikan Turki ini merupakan perubahan kebijakan yang mengejutkan.
Menteri Luar Negeri Turki mengatakan hal ini dilakukan karena Turki tidak ingin melihat Kobani jatuh.
(nwk/nwk)











































