Didiskriminasi, Orang Gemuk Makan Banyak

Didiskriminasi, Orang Gemuk Makan Banyak

- detikNews
Jumat, 12 Sep 2014 11:48 WIB
Didiskriminasi, Orang Gemuk Makan Banyak
Ilustrasi
Jakarta - Mempermalukan orang gemuk mengenai kondisi tubuh amat mungkin membuat bobot mereka bertambah berat, kata tim peneliti. Dalam kajian University College London yang melibatkan 3.000 orang selama empat tahun, responden ditanya apakah mereka mengalami diskriminasi yang mereka yakini disebabkan oleh bobot tubuh mereka.

Satu dari 20 orang mengaku mengalami diskriminasi karena berat tubuh. Pengakuan itu lebih banyak di kelompok yang terdiri dari orang-orang penyandang obesitas. Sebanyak satu di antara tiga orang mengaku didiskriminasi di kelompok tersebut.

Beberapa bentuk diskriminasi, antara lain, perlakuan tidak menyenangkan di toko, pelayanan kurang ramah, hingga pelecehan menyangkut bobot tubuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konsekuensi perlakuan tersebut, sebagaimana dilansir jurnal ilmiah Obesity, ialah pelampiasan kekecewaan dengan makan.

Selama empat tahun, secara rata-rata, bobot orang-orang yang mengalami diskriminasi bertambah nyaris 1 kilogram. Sedangkan bobot mereka yang tidak mengalami diskriminasi menurun 0,7 kg.

Dr Sarah Jackson, kepala tim peneliti dari departemen epidemiologi University College London, mengatakan diskriminasi terhadap penyandang obesitas sama sekali tidak dibenarkan.

โ€œKajian-kajian terdahulu menemukan bahwa orang yang mengalami diskriminasi justru makan. Stres yang timbul akibat diskriminasi dapat meningkatkan selera makan, khususnya makanan yang tidak sehat dan penuh kalori,โ€ kata Jackson.

Prof Jane Wardle, direktur Kajian Kanker Inggris, mengatakan diskriminasi terhadap penyandang obesitas ialah bagian dari masalah obesitas.

โ€œSemua orang, termasuk dokter, harus menghentikan perilaku menyalahkan dan mempermalukan orang karena bobot tubuh mereka. Sebaliknya, memberikan sokongan, dan ketika waktunya tepat, pengobatan.โ€

(bbc/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads