Berdasarkan perhitungan WMO yang dilansir jurnal ilmiah tahunan, Greenhouse Gas Bulletin, konsentrasi karbondioksida di atmosfer pada 2013 mencapai 396 parts per million (ppm).
Jumlah itu merupakan hasil peningkatan nyaris 3 ppm dari tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai perbandingan, menurut Jarraud, taraf CO2 di atmosfer saat ini 142% lebih tinggi jika dibandingkan dengan taraf CO2 pada 1750 lampau, sebelum revolusi industri dimulai.
Keasaman laut
Selain memuat taraf konsentrasi CO2 di atmosfer, Greenhouse Gas Bulletin untuk kali pertama memasukkan data tingkat keasaman laut yang disebabkan karbondioksida.
Setiap hari, menurut WMO, lautan mengambil 4 kilogram CO2 per orang. WMO meyakini taraf keasaman laut saat ini belum pernah selama 300 juta tahun terakhir.
Bukti-bukti dampak gas rumah kaca terhadap lautan dan atmosfer kian menggarisbawahi pentingnya aksi politik, kata Michel Jarraud.
“Kita punya ilmu pengetahuan dan alat untuk mempertahankan peningkatan suhu berada pada level 2 derajat Celsius sehingga planet ini punya harapan serta agar anak dan cucu kita punya masa depan.
"Beralasan tidak peduli bukan lagi alasan untuk tidak bertindak,” ujar Jarraud.
Pertemuan Paris
Temuan WMO mengemuka menjelang pertemuan para pemimpin dunia di New York, Amerika Serikat, pada 23 September mendatang.
Pertemuan itu akan membahas masalah perubahan iklim.
Menteri Urusan Iklim Inggris, Ed Davey, mengatakan pertemuan yang diusulkan Sekjen PBB Ban Ki-moon itu diharapkan dapat menuju ke sebuah kesepakatan mengenai perubahan iklim di Paris pada akhir tahun depan.
Menurut Davey, kesepakatan di Paris tidak hanya akan membatasi dampak perubahan iklim global, tapi juga bakal memulai transisi kepada produksi energi karbon rendah di seluruh dunia.
(bbc/gah)











































