Kerudung wanita adalah bagian dari pakaian yang penuh dengan simbolisme di sejumlah negara Islam.
Setelah sempat memutuskan untuk tidak memakainya, wartawan BBC Shaimaa Khalil harus mengenakan kerudung kembali karena pekerjaan.
Album foto keluarga Shaimaa di Mesir dari tahun 1950-an dan 60-an mewakili perubahan sosial dan politik negara itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gaya rambut kerabat perempuan dan teman-teman mereka mirip dengan yang ada pada berbagai majalah fashion.
Tetapi di tahun 1980-an dan 90-an, Islam Wahhabi yang ketat menerapkan ajaran agama Islam, memasuki Mesir.
Gerakan politik Islam juga semakin besar, terutama diwakili Ikhwanul Muslimin.
Tidak lama kemudian semua perempuan dewasa di keluarga Shaimaa mengenakan kerudung atau hijab.
Shaimaa sendiri baru mulai menutup kepala setelah berumur 20-an tahun, kendati sudah sejak jauh hhari sebelumnya ibunya sudah sering menganjurkannya.
Keyakinan atau kebiasaan?
Baru pada akhir tahun 2002, dia memutuskan untuk akhirnya "melakukan hal yang benar" tersebut.
Selama 10 tahun kemudian, Shaimaa memakai hijab, saat pindah ke London dan mulai bekerja di BBC.
Beberapa orang sempat mempertanyakan penampilannya di TV dengan penutup kepala.
Tetapi para atasannya tidak pernah mempermasalahkan hijabnya.
Tahun 2013, Shaimaa bertanya kepada dirinya sendiri, apakah dirinya sebenarnya memakai kerudung karena keyakinan atau kebiasaan?
Setelah berbulan-bulan, akhirnya dia memutuskan untuk menanggalkannya.
Dan untuk pertama kalinya sejak lebih 10 tahun, Shaimaa harus memikirkan bentuk rambutnya.
Di media sosial, sejumlah pihak sempat menuduhnya meninggalkan agamanya.
Tetapi sekarang, dia menerima penugasan sebagai wartawan BBC di Pakistan, negara di mana pada sejumlah daerah konservatif, wanita harus menutup kepalanya karena alasan budaya dan keamanan.
Ini berarti, setelah menghimpun keberanian mencabut kerudung, sekarang Shaimaa harus memakainya lagi, paling tidak di beberapa tempat tertentu di Pakistan.











































