Kekerasan yang terjadi dalam perang di Suriah yang berlangsung selama satu tahun telah menyebar ke negara-negara tetangga. Korban tewas saat ini mendekati 200.000 orang, menurut para aktivis.
Harapan akan terciptanya keamanan bagi rakyat Suriah kini sudah memudar.
Majed, seorang advokat dari kelompok pemberontak, telah meninggalkan Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dunia telah mengecewakan rakyat Suriah" katanya.
"Setelah terjadi serangan kimia saya melihat banyak orang di sekitar saya beralih menjadi ekstrimis. Kekecewaan ini terjadi akibat pihak Barat yang mendukung tumbuhnya sejumlah kelompok ekstrimis, dan mengatakan bahwa mereka adalah harapan satu-satunya.
"Orang-orang ingin keluar dari kekerasan yang ditimbulkan oleh pemerintahan Assad."
Banyak orang-orang Suriah lainnya merasakan hal yang sama.
"Tidak ada yang peduli pada kami," itu adalah keluhan yang sering Anda dengar, sama seperti: "Mereka bahkan berhenti menghitung jumlah korban tewas atau para pengungsi yang ada"
Kesigapan AS dalam melancarkan serangan udara melawan para pejuang Negara Islam di Irak untuk melindungi para anggota minoritas agama Yazidi menyebabkan kekecewaan bagi mereka yang pernah turun ke jalan menyerukan kebebasan dan sekarang menderita akibat kekejaman yang dilakukan Assad dan IS.
(nwk/nwk)











































