Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan pemenggalan wartawan James Foley merupakan "tindak kekerasan yang mengguncangkan hati nurani seluruh dunia."
Obama membandingkan Daulah Islamiyah alias ISIS, kelompok yang menayangkan video pembunuhan Foley itu sebagai "kanker" dan mengatakan ideologi mereka "bangkrut."
Daulah Islamiyah (DI) mengatakan kematian Foley merupakan pembalasan atas serangan udara Amerika terhadap para pejuang kelompok itu di Irak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PBB, Inggris dan negara lain juga menyatakan terkejut atas video itu.
Ibu Foley, Diane, mengatakan putranya "memberikan hidupnya untuk mengangkat penderitaan rakyat Suriah kepada dunia."
Kemungkinan orang Inggris
Keluarga Foley tidak menyaksikan video tersebut namun ayah James, John, mengatakan sangat terpukul.
"Video itu menakutkan saya dan tidak terbayang rasa sakitnya," kata Foley kepada para wartawan.
James Foley, 40, adalah wartawan yang melaporkan dari kawasan Timur Tengah dan bekerja untuk penerbitan Amerika GlobalPost dan media lain termasuk kantor berita Prancis, AFP.
Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan pria yang memenggal Foley adalah warga Inggris.
Intelijen Inggris tengah berupaya untuk mengidentifikasi militan yang menggunakan penutup muka dan berbicara dengan logat Inggris.











































