Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengatakan serangan udara AS untuk mendukung pasukan Irak merebut bendungan di Mosul ditujukan untuk melindungi kepentingan AS di wilayah itu.
Dalam suratnya kepada Kongres, Obama mengatakan, apabila bendungan itu tetap dikuasai kelompok militan Daulay Islamiyah, IS, akan beresiko terhadap keamanan dan keselamatan staf dan fasilitas milik AS, termasuk kantor kedutaannya, di Baghdad.
Obama mengutarakan hal itu menyusul serangan udara AS untuk pertama kalinya dalam membantu pasukan Kursi menguasai bendungan terbesar di Irak yang terletak di Mosul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obama juga menambahkan, selain untuk mengamankan kepentingan AS di Irak, serangan udara tersebut untuk "melindungi pemerintah Irak dalam upaya melayani kebutuhan rakyatnya".
Serangan balik terbesar
Sebelumnya, AS mengaku telah menghancurkan atau merusak 19 kendaraan serta pos-pos penjagaan milik IS, hari Minggu.
Para pejabat Kurdi mengatakan mereka telah menguasai kembali bendungan tersebut yang sebelumnya dikuasai kelompok militan IS sejak awal Agustus lalu.
Apabila klaim pemerintah Kurdi ini dapat dikonfirmasi, maka penguasaan kembali bendungan ini merupakan serangan balik terbesar bagi IS sejak mereka meluncurkan serangan ke Irak pada Juni lalu.
Bendungan terbesar di Irak ini dianggap bernilai sangat strategis karena selama ini telah memasok air dan listrik ke kawasan Irak utara.











































