Berbicara kepada BBC, juru bicara pemerintah Israel, Mark Regev mengatakan: βKami punya kebijakanβkami tidak menargetkan warga sipil.β
βKami akan menyelidikinya. Dan jika kami menemukan bahwa itu tembakan dari Israel, pasti kami akan meminta maaf,β kata Regev.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βYang kami tahu pasti ada tembakan permusuhan yang dilancarkan terhadap pihak kami dari area sekolah itu.β
Regev kemudian menuding Hamas menyembunyikan senjata di fasilitas publik dan tempat penampungan PBB.
βKami tidak ingin melukai warga sipil Gaza yang tidak berdosa. Itu bukan niatan kami.β
Pada Rabu (30/07), Israel melancarkan serangan ke sebuah Klik sekolah PBB di Gaza yang menampung pengungsi walau sudah diperingatkan lebih dari 3.000 warga sipil yang berlindung di sana.
Akibat serangan militer ini, sedikitnya 16 orang warga sipil tewas.
Seorang juru bicara Badan PBB, UNRWA, Chris Gunness, mengatakan anak-anak dibunuh ketika mereka sedang tidur bersama orang tuanya di ruang kelas di Jabaliya yang jadi tempat penampungan pengungsi.
Dia menambahkan Israel sudah diberitahu sampai 17 kali kalau sekolah itu dihuni penduduk sipil yang mengungsi.
Amerika Serikat dan PBB Klik mengutuk serangan itu.
Sekjen PBB ban Ki-moon mengatakan: βSemua bukti-bukti yang ada merujuk artileri Israel sebagai penyebab.β
(bpn/bpn)











































