Pembicaraan mendesak digelar setelah Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menggambarkan penembakan Israel dari pinggiran kota Gaza sebagai "tindakan mengerikan".
Minggu (20/07) adalah hari paling mematikan dari pertempuran, seiring dengan tewasnya 13 tentara Israel dan lebih dari 100 warga Palestina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesi serius
Dewan Keamanan PBB bertemu atas permintaan Yordania yang dianggap telah mengusulkan rancangan resolusi bernada keras untuk dipertimbangkan.
Namun, para anggota hanya bisa setuju pada "elemen untuk pers," bentuk paling lemah dari tindakan Dewan Keamanan, kata koresponden BBC untuk PBB Nick Bryant.
Eugene Gasana, duta besar Rwanda untuk PBB, mengatakan para anggota telah menyuarakan ketakutan mereka terhadap eskalasi kekerasan dalam sebuah "sesi serius".
Mereka juga menyatakan "keprihatinan serius" pada peningkatan jumlah korban dan menyerukan "rasa hormat dari hukum humaniter internasional, termasuk perlindungan warga sipil," tambah Gasana.
(nwk/nwk)











































