Kepastian tersebut disampaikan oleh Duta Besar Indonesia di Kuala Lumpur, Herman Prayitno, kepada BBC Indonesia, Selasa (15/07).
Kecelakaan terjadi Senin (14/07) menjelang tengah malam. Perahu mengangkut sekitar 80 tenaga kerja gelap asal Indonesia yang hendak pulang merayakan Idul Fitri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi terjadi pengejaran sehingga terjadi tabrakan antara kapal patroli Malaysia dan kapal pembawa TKI. Kemungkinan kapal yang membawa TKI mesinnya mati," kata Dubes Herman Prayitno.
Diproses
Akibatnya, perahu tenggelam yang menewaskan dua orang, seorang pria dan seorang perempuan.
"Biasanya apabila ada kapal dikejar, seharusnya kapal berhenti tapi karena ini lari maka dikejar," tambah Herman Prayitno.
Sepuluh orang lainnya mengalami luka-luka dan telah dibawa ke Rumah Sakit Sultanah Aminah, Johor Bahru, ibu kota negara bagian Johor.
Menurut Duta Besar Herman Prayitno, Konjen RI di Johor telah mengurus dan memberikan bantuan konsuler kepada warga negara Indonesia yang selamat dari kecelakaan ini.
Mereka, lanjutnya, akan tetap diproses secara hukum mengingat status mereka sebagai pendatang gelap di Malaysia.
Bulan lalu setidaknya terjadi dua kecelakaan kapal yang membawa tenaga kerja Indonesia.
(nwk/nwk)











































