Perserikatan Bangsa Bangsa mengatakan bersedia memediasi sengketa wilayah antara China dan Vietnam.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyerukan kedua pihak untuk menyelesaikan sengketa dengan damai dan berdasarkan hukum yang berlaku.
Pekan lalu, Vietnam dan China telah mengirim dokumen berisi klaim mereka di Laut China Selatan kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laut China Selatan menjadi sumber berbagai klaim wilayah oleh beberapa negara.
Beijing mengklaim nyaris seluruh laut, berdasarkan peta dari pertengahan Abad ke-20 dengan garis putus-putus yang menegaskan batasan teritori China dan klaim sejarah dari 1.000 tahun lalu.
Sedangkan Vietnam mengatakan mereka sudah menguasai Kepulauan Paracel selama berabad-abad. Kedua pihak saling tuduh adanya .
Pada hari Selasa (10/06), China menyerahkan kepada PBB dokumen tentang klaim historis negara itu di kawasan tersebut dan menuduh Vietnam secara tidak sah mengganggu eksplorasi China di sana.
Vietnam menyerang balik dengan dokumen tandingan dan meminta Beijing menghentikan pengeboran minyak di Paracel dan bernegosiasi.
Keputusan Cina untuk memindahkan rig pengeboran minyak itu memicu
Utusan Vietnam untuk PBB Le Hoai Trung mengatakan kepada bahwa "beberapa elemen ekstrem" mengambil alih aksi massa itu dan pemerintah "sangat menyesalinya."
Ia mengatakan banyak tersangka telah ditangkap dan dihukum dan pemerintah telah bertindak untuk mencegah kekerasan terulang kembali.
(nwk/nwk)











































