Aktris terkenal Hollywood Angelina Jolie mengatakan korban kekerasan seksual bukanlah aib dan pihak yang seharusnya malu adalah pelakunya.
Dalam pidatonya untuk membuka di London (10/06) untuk mengakhiri kekerasan seksual dalam perang, utusan PBB itu mengatakan bahwa konferensi harus mengirimkan pesan bahwa "yang harus malu adalah pelaku kekerasan seksual, bukan korban, karena menjadi korban bukanlah suatu keaiban".
Konferensi empat hari ini diselenggarakan oleh Angelina Jolie bersama dengan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague setelah dua tahun berkampanye.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di hadapan lebih dari 300 menteri dari berbagai negara yang hadir, Angelina Jolie menyerukan agar ada kerja sama lintas batas dan agama, serta antarpemerintah dan semua orang untuk menangani kekerasan seksual dalam konflik dari semua sudut.
Penyelenggara pertemuan mengatakan mereka ingin agar pertemuan puncak ini menjadi peristiwa yang membangunkan dunia dan menyatakan bahwa kekerasan seksual bukan merupakan bagian yang tidak bisa dicegah dalam perang.
(nwk/nwk)










































