Para pegawai negeri sipil Palestina di wilayah Jalur Gaza berkelahi di luar sejumlah bank setelah mereka yang direkrut oleh kelompok Hamas tidak menerima gaji.
Pembentukan pemerintah persatuan antara faksi Hamas, yang berkuasa di Jalur Gaza sejak 2007, dan Fatah, yang menguasai Tepi Barat, memberikan harapan bagi pegawai yang diangkat oleh Hamas setelah berminggu-minggu belum menerima gaji.
Namun Rabu malam (4/6) mereka masih belum menerima gaji. Rasa frustasi berubah menjadi perkelahian dan polisi dengan senjata pentungan mengusir para pegawai negeri dari anjungan tunai mandiri guna mencegah kekerasan lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hamas menuntut kepada Otorita Palestina untuk mengambil alih pegawai negeri sipil yang sebelumnya digaji oleh pemerintahan faksi itu, menyusul awal pekan ini.
"Apa yang terjadi di bank-bank adalah luapan kemarahan pegawai yang didiskriminasi dan diabaikan gaji mereka," kata juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri.
"Pemerintah baru harus bertanggungjawab bagi setiap orang, dan tidak menempuh langkah-langkah yang akan menimbulkan perpecahan seperti dulu," tambah Zuhri seperti dikutip kantor berita AFP.
(nwk/nwk)











































