Pemerintah Israel sudah mengumumkan rencana untuk membangun 1.500 rumah baru di kawasan pendudukan Jerusalem dan Tepi Barat.
Keputusan itu dikaitkan dengan pembentukan pemerintahan Palestina bersatu.
Menteri Perumahan , Uri Ariel, menyatakan langkah tersebut sebagai 'tanggapan atas pembentukan pemerintah teror Palestina'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tender sudah diumumkan untuk pembangunan sekitar 900 rumah di Tepi Barat dan 560 di Jerusalem Timur, kawasan yang direbut Israel dalam perang tahun 1967.
Pemenang tender masih membutuhkan persetujuan akhir pemerintah sebelum pembangunan bisa dimulai.
Perunding , Saeb Erekat, mengatakan pengumuman pembangunan merupakan pertanda yang jelas bahwa Israel menuju ke arah eskalasi besar-besaran.
Upaya terbaru Amerika Serikat karena Israel menolak membebaskan warga Palestina yang ditahan dalam waktu panjang.
Sementara Palestina menegaskan Israel harus membebaskan para tahanan Palestina dan membekukan pembangunan permukiman selama tiga bulan.
(nwk/nwk)











































