Ribuan polisi dan serdadu bersenjata lengkap disebar ke beberapa lokasi di sekitar Lapangan Tiananmen, Beijing, China. Langkah itu ditempuh bertepatan dengan peringatan 25 tahun tragedi Tiananmen.
Wartawan BBC di Beijing, Carrie Gracie, melaporkan jumlah aparat keamanan Cina di sekitar Lapangan Tiananmen terlihat meningkat drastis jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
Serdadu bersenapan otomatis dan polisi berseragam biru mengawasi warga sipil di lapangan tersebut dengan tatapan awas. Beberapa di antara mereka memeriksa identitas warga secara acak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aparat China memandang serius peringatan tragedi Tiananmen. Beberapa hari terakhir, kepolisian terhadap sejumlah individu yang dinilai pembangkang politik.
Sejumlah pengacara, wartawan, dan aktivis sudah ditangkap, semisal seorang seniman Australia kelahiran China, Guo Jiang, yang ditahan Senin (02/06) sehari setelah wawancaranya diterbitkan koran .
Berbeda dengan di China daratan, peringatan 25 tahun tragedi Tiananmen diperkirakan akan berlangsung besar-besaran di Hong Kong dan Taiwan.
Ribuan orang diduga bakal berpartisipasi dalam unjuk rasa yang menuntut pemerintah China menjamin kebebasan berekspresi.
Di London, 25 orang yang menjadi korban kekerasan aparat di Lapangan Tiananmen pada 1989 akan berdemonstrasi di depan Kedutaan Besar Cina. Mereka akan memakai busana serba hitam serta meletakkan mawar merah dan putih sebagai simbol perlawanan terhadap pemerintah Cina sekaligus mengenang ribuan korban yang tewas.
Tragedi Tiananmen terjadi ketika militer China mengerahkan serdadu dan tank ke Lapangan Tiananmen pada 3-4 Juni 1989 untuk meredam demonstrasi mahasiswa yang berlangsung selama beberapa bulan.
(nwk/nwk)










































