Pemungutan suara dalam pemilihan presiden Mesir diperpanjang hingga hari ketiga karena rendahnya partisipasi pemilih.
Tingkat keikutsertaan pemilih akan dilihat sebagai legitimasi untuk pemenangnya, dengan mantan pimpinan militer Jenderal Abdul Fattah al-Sisi berpeluang menang.
Komisi Pemilihan menjelaskan tambahan satu hari untuk memungkinkan warga 'yang menghadapi pembatasan tempat tinggal' bisa memberikan suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenderal al-Sisi hanya menghadapi seorang calon dari dari sayap kiri, Hamdeen Sabahi.
Pemilihan presiden ini merupakan yang kedua sejak jatuhnya Presiden Hosni Mubarak lewat aksi unjuk rasa massal.
Array
Presiden terpilih sebelumnya, setelah maraknya unjuk rasa para penentangnya.
Namun penggulingan itu memicu protes massal dari para simpatisan Ikhwanul Muslimin, yang mendukung Presiden Morsi.
Ihkwanul Muslimin dinyatakan sebagai organisasi terlarang dan .
Seorang pejabat pemilihan mengatakan salah satu alasan rendahnya partisipasi pemilih adalah cuaca yang amat panas hari Selasa (26/05).
(nwk/nwk)











































