Seorang personel Angkatan Laut AS mengaku bersalah karena menerima uang dan hadiah, termasuk liburan ke Indonesia, dari sebuah perusahaan kontraktor keamanan Singapura, untuk ditukar dengan informasi rahasia AL.
Daniel Layug menyampaikan pernyataan bersalahnya atas dakwaan konspirasi untuk melakukan penyuapan pada hari Selasa di San Diego.
Kopral berusia 27 tahun itu mengaku memberikan jadwal lalu lintas kapal yang bersifat rahasia dan informasi internal Angkatan Laut lain kepada kontraktor tersebut dengan imbalan berupa uang US$1.000 (Rp11,5 juta) setiap bulan, dan berbagai hadiah termasuk benda-benda elektronik serta liburan mewah di Malaysia, Singapura dan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia terancam hukuman penjara serta denda minimal US$250.000 atau dua kali lipat dari jumlah suap yang diterimanya.
Investigasi difokuskan pada Leonard Glenn Francis dan perusahaannya, GDMA.
Francis sudah ditangkap pada bulan September dan ia menyatakan tidak bersalah dalam kasus itu.
Skandal itu diperkirakan merugikan Angkatan Laut AS US$20 juta dalam bentuk biaya-biaya tambahan dan tagihan-tagihan palsu yang diminta oleh GDMA untuk jasa pelayanan pelabuhan.
(nwk/nwk)











































